Cara Membaca Label Nutrisi

Cara Membaca Label Nutrisi dengan Benar Sebelum Membeli Makanan

Label nutrisi pada kemasan makanan memberikan informasi penting mengenai kandungan energi dan zat gizi dalam suatu produk. Sayangnya, tidak sedikit orang yang hanya memperhatikan jumlah kalori atau bahkan melewatkan informasi tersebut. Padahal, memahami cara membaca label nutrisi dapat membantu konsumen membandingkan produk dan membuat pilihan makanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan.

Berikut beberapa bagian penting yang perlu diperhatikan ketika membaca informasi nilai gizi.

1. Perhatikan Takaran Saji

Hal pertama yang perlu diperiksa adalah takaran saji. Angka kalori, gula, lemak, protein, dan nutrisi lainnya biasanya dihitung berdasarkan jumlah tertentu, bukan selalu untuk seluruh isi kemasan.

Misalnya, sebuah kemasan berisi dua sajian dengan energi 150 kkal per sajian. Jika seluruh kemasan dikonsumsi sekaligus, jumlah energi yang dikonsumsi menjadi sekitar 300 kkal.

Karena itu, periksa juga jumlah sajian per kemasan.

2. Periksa Jumlah Energi

Informasi energi atau kalori menunjukkan energi yang diperoleh dari makanan atau minuman.

Namun, jangan menentukan kualitas suatu produk berdasarkan kalori saja. Dua makanan dengan jumlah kalori serupa dapat mempunyai komposisi nutrisi yang sangat berbeda.

Pertimbangkan juga protein, serat, lemak, gula, natrium, serta kandungan zat gizi lainnya.

3. Perhatikan Gula

Mengetahui kandungan gula menjadi bagian penting dari cara membaca label nutrisi.

Perhatikan jumlah gula per sajian dan, apabila tersedia, informasi mengenai gula tambahan. Jangan lupa mengalikannya dengan jumlah sajian yang benar-benar dikonsumsi.

Selain tabel nutrisi, daftar bahan juga dapat membantu. Gula dapat muncul menggunakan berbagai istilah tergantung komposisi produk.

4. Cek Kandungan Natrium

Natrium tidak hanya terdapat pada makanan yang terasa sangat asin. Makanan olahan seperti saus, mi instan, makanan ringan, daging olahan, dan makanan siap saji juga dapat mengandung natrium.

Karena itu, membandingkan kandungan natrium antara dua produk sejenis dapat membantu menemukan pilihan yang lebih sesuai dengan kebutuhan.

5. Kenali Jenis Lemak

Label nutrisi biasanya mencantumkan jumlah lemak total dan dapat memberikan rincian mengenai lemak jenuh.

Daripada sekadar mencari produk bertuliskan “rendah lemak”, baca informasi nutrisi secara keseluruhan. Produk rendah lemak tidak otomatis mempunyai komposisi nutrisi yang lebih baik jika, misalnya, kandungan gula atau natriumnya tinggi.

6. Cari Protein dan Serat

Protein berperan dalam berbagai fungsi tubuh, sementara serat merupakan bagian penting dari pola makan.

Ketika membandingkan makanan seperti sereal, roti, atau camilan, kandungan serat dapat menjadi salah satu informasi yang diperhatikan bersama kandungan gula, natrium, dan bahan penyusunnya.

7. Pahami Persentase AKG

Pada label makanan di Indonesia, Anda dapat menemukan %AKG atau Angka Kecukupan Gizi.

Persentase tersebut memberikan gambaran kontribusi satu sajian makanan terhadap kebutuhan nutrisi harian berdasarkan acuan yang digunakan pada label.

Namun, kebutuhan setiap orang dapat berbeda berdasarkan usia, jenis kelamin, aktivitas, serta kondisi tertentu. Karena itu, %AKG merupakan acuan umum dan bukan kebutuhan personal yang mutlak.

8. Jangan Lupakan Daftar Bahan

Informasi nilai gizi sebaiknya dibaca bersama daftar bahan atau komposisi.

Bahan umumnya dicantumkan berdasarkan jumlah yang digunakan dalam produk. Informasi ini membantu konsumen mengetahui bahan utama, pemanis, minyak, atau bahan lain yang terkandung dalam makanan.

Jangan Hanya Menghitung Kalori

Salah satu kesalahan ketika mulai menerapkan gaya hidup sehat adalah terlalu fokus pada jumlah kalori.

Kalori memang memberikan informasi mengenai energi yang terdapat dalam makanan. Namun, kualitas pola makan tidak ditentukan oleh satu angka saja.

Perhatikan juga variasi makanan yang dikonsumsi. Sayuran, buah-buahan, sumber protein, biji-bijian, dan sumber lemak dapat menjadi bagian dari pola makan yang beragam.

Memahami cara membaca label nutrisi tidak harus rumit. Mulailah dengan memeriksa takaran saji, jumlah energi, gula, natrium, lemak, protein, serat, %AKG, dan daftar bahan.

Jangan hanya terpaku pada satu angka atau klaim yang tercetak besar pada bagian depan kemasan. Membandingkan keseluruhan informasi nutrisi dapat membantu Anda membuat keputusan yang lebih terinformasi ketika memilih makanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *